Kongres-I Hutagalung Sedunia 2020

0
19

Hutagalung merupakan salah satu marga Batak Toba, yakni anak ketiga dari Ompu Guru Mangaloksa. Turunan atau pinompar marga Hutagalung merupakan salah satu marga Batak yang memiliki keturunan yang relatif besar dan dikenal baik dalam skala nasional maupun internasional. Meski jumlah turunan marga Hutagalung belum diketahui secara pasti, namun keturunan Hutagalung sudah menyebar di desa nawalu yang jangkauannya tidak hanya di Nusantara namun ke seluruh penjuru dunia. Dewasa ini turunan Hutagalung sudah ada yang mencapai sundut ke 20 yang berarti bahwa Hutagalung telah beranak pinak sampai 19 generasi. Jumlah keturunan yang besar dan penyebaran yang luas berimbas pada silaturahmi yang renggang. Meski difasilitasi oleh kemajuan teknologi (khususnya di bidang medsos), interaksi, silaturahmi maupun  komunikasi antar marga Hutagalung terbatas dan masih bersifat sektoral dan belum terorganisir secara baik dan menyeluruh. Sekat-sekat demografis maupun primordial (berdasarkan kumpulan saompu) tersebut mengakibatkan sumbangan atau partisipasi marga Hutagalung dalam pembangunan National maupun Internasional (globalisasi) tidak optimal. Kekuatan yang dapat dihimpun masih terbatas karena belum melibatkan seluruh warga Hutagalung. Contoh yang nyata adalah kekalahan dari calon-calon pemimpin Hutagalung dalam beberapa pilkada. Kekalahan tersebut bukan diakibatkan oleh kekuatan atau suara Hutagalung yang tidak mencukupi, tapi oleh pecahnya kekuatan atau suara. Sekat-sekat tersebut berimbas pada pelaksanaan adat. Adat merupakan aturan atau norma yang sakral bagi masyarakat Batak. Sudah selayaknya aturan tersebut memiliki falsafah yang sama untuk semua marga Hutagalung dimanapun berada. Meski terdapat variasi dalam tata cara pelaksanaan (“Asing dolok, asing sihaporna; asing luat asing adatna”), untuk hal-hal yang mendasar, yakni nilai (value), hendaknya sama untuk semua pomparan Hutatagalung dimanapun luat atau kampungnya. Nilai-nilai universal untuk marga Hutagalung tersebut perlu dibicarakan dan disepakati. Kebersamaan juga dapat ditumbuhkembangkan melalui lagu atau mars. Seperti marga-marga lain di kalangan orang Batak yang telah memiliki lagu atau mars marga masingmasing, sudah selayaknya juga marga Hutagalung memiliki mars dan lagu Hutagalung. Mars dan lagu tersebut akan mempersatukan dan membangkitkan militansi marga Hutagalung. Oleh karena itu perlu dipikirkan untuk menciptakan lagu dan mars Hutagalung yang disepakati dan diresmikan menjadi lagu dan mars resmi Hutagalung. 

Sesuai dengan perkembangan jaman, khususnya pada era industri 4.0 penggunaan teknologi digital merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Pomparan Hutagalung perlu beradaptasi dengaan perkembangan tersebut. Bentuk nyata dari adaptasi terhadap perkembangan jaman tersebut dapat diwujudkan melalui website dan aplikasi tarombo digital, di samping bentuk- bentuk lainnya. 

Menilik latar belakang masalah tersebut di atas dirasakan perlu menghimpun seluruh marga Hutagalung di seluruh dunia untuk menjalin silaturahmi (marsaor), berunding (pasada tahi) untuk menghasilkan keputusan yang dapat menjadi pegangan umum bagi seluruh pomparan Hutagalung dan menghasilkan aksi nyata (deklarasi, buku adat, lagu dan lain-lain) yang dapat menjadi pegangan dan pertanda keberadaan Hutagalung sebagai salah satu marga suku Batak. Salah satu media yang dapat merealisasikan keinginan tersebut ialah kongres. Kongres atau Pertemuan Raya tersebut bermaksud untuk menghimpun seluruh marga atau boru Hutagalung, paling tidak melalui perwakilan dari seluruh punguan Hutagalung di seluruh dunia. 

1. Nama dan Tema

Sesuai dengan latar belakang tersebut di atas, nama pertemuan raya yang akan diadakan adalah: KONGRES I HUTAGALUNG & BORUNA SE-DUNIA. Adapun yang menjadi  tema  kongres ialah  “SATU UNTUK SEMUA, SEMUA UNTUK SATU” 

2. Tujuan

Sesuai dengan latar belakang dan tema, kegiatan kongres ini bertujuan untuk menghimpun pomparan Hutagalung di seluruh dunia untuk duduk bersama (marsaor), berunding dan bersepakat (pasada tahi) dalam rangka menyepakati nilai-nilai, aturan atau adat universal bagi seluruh pomparan Hutagalung dan untuk meningkatkan harkat marga Hutagalung. 

Secara lebih rinci tujuan kongres tersebut adalah : 

  • Membahas, merumuskan dan mensahkan deklarasi Hutagalung Se- Dunia. 
  • Membahas, merumuskan, dan mensahkan bentuk organisasi, visi, misi, AD/ART punguan SiRaja Hutagalung Se-dunia, sekaligus memilih dan melantik pengurus Punguan Siraja Hutagalung Se-Dunia.
  • Membahas, merumuskan dan mensosialisasikan pelestarian adat batak di kalangan marga Hutagalung, khususnya melalui buku tuntunan Adat menurut daerah (luat) masing-masing. 
  • Menciptakan, meluncurkan, dan meresmikan lagu dan mars Hutagalung 
  • Menciptakan dan meluncurkan Website Hutagalung 
  • Mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mengabadikan desa Hutagalung melalui video.

3. Luaran/output

Sesuai dengan tujuan, Kongres Hutagalung & Boruna Se-dunia yang pertama ini diharapkan dapat menghasilkan luaran sebagai berikut: 

  • Deklarasi Hutagalung Se-dunia 
  • Organisasi Punguan Siraja Hutagalung dohot boruna Se-dunia dalam bentuk visi, misi, Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), struktur organisasi, dan susunan pengurus 
  • Buku Tuntunan Adat untuk marga Hutagalung menurut versi daerah (luat) masing-masing 
  • Mars dan lagu Hutagalung 
  • Website Hutagalung 
  • Video Desa Hutagalung

4. Sasaran Kegiatan

Kegiatan Kongres Hutagalung dohot Boruna Pertama ini melingkupi seluruh marga Hutagalung dohot boruna di seluruh dunia. Punguan Siraja Hutagalung Sejabodetabek akan menjadi tuan rumah. Punguan-punguan atau Individu ( tanpa harus mewakili punguan ) di luar Jabodetabek akan diwakili oleh seluruh marga Hutagalung di seluruh dunia, baik mengatasnamakan punguan atau tidak. 

Peserta kongres ialah seluruh pomparan Hutagalung baik marga Hutagalung maupun boru Hutagalung di seluruh dunia dan tidak harus mewakili punguan Hutagalung. Jumlah peserta kongres diperkirakan sebanyak 2500 orang. Kehadiran secara fisik tentu di utamakan. Namun bagi peserta yang tidak dapat hadir, kehadirannya dapat dilakukan melalui teleconference pada saat berlangsungnya acara terutama pada acara puncak di hari Minggu 2 Februari 2020.

5. Metode Pelaksanaan

a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Acara puncak kongres akan diawali dengan acara pra-kongres yang akan diadakan pada hari 

Hari Sabtu, 01 Februari 2020 bertempat di Grand Mangaraja, Jalan Raya Perintis Kemerdekaan Kav. 7-9, Kelapa Gading, RT.2/RW.4, Kelapa Gading Timur, RT.2/RW.4, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14250 

dan Acara puncak akan akan diadakan

pada hari Minggu 02 Februari 2020 di GEDUNG MARIA CONVENTION HALL, Jl. Perintis Kemerdekaan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210.

b. Bentuk Kegiatan 

Sesuai dengan namanya, kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk kongres yang merupakan acara puncak yang diadakan pada Hari Minggu 02 Ferbruari 2020. Acara puncak tersebut diawali dengan pra-kongres pada hari Sabtu 01 Februari 2020 dalam bentuk lokakarya, diskusi, dan  seminar. Acara pra- kongres tersebut dimaksudkan untuk membahas, merumuskan bahan-bahan yang akan disosialisasikan, diluncurkan, dideklarasikan, dan disahkan pada acara puncak di Hari Minggu 02 Feburari 2020. 

Pada acara puncak yang dimaksud akan diadakan sidang umum untuk : 

  • Mengikrarkan Deklarasi Hutagalung 
  • Mensahkan bentuk organisasi, visi, misi, AD/ART punguan SiRaja Hutagalung Se-dunia, sekaligus memilih dan melantik pengurus Punguan Siraja Hutagalung Se-Dunia 
  • Mensosialisasikan pelestarian adat batak di kalangan marga Hutagalung, khususnya buku tuntunan Adat menurut daerah (luat) masing-masing. 
  • Meluncurkan, dan meresmikan lagu dan mars Hutagalung 
  • Meluncurkan Website Hutagalung 
  • Mendokumentasikan,memperkenalkan,dan mengabadikan desa Hutagalung melalui video Detil acara pada pra-kongres tanggal 01 Februari 2020 dan Puncak Acara Kongres pada tanggal 02 Februari 2020 dijabarkan pada susunan acara (terlampir) 

6. Kepanitiaan

Panitia kongres terdiri dari panitia pelaksana (organizing commitee) dan panitia pengarah (steering commitee). Susunan kepanitiaan selengkapnya terlampir

7. Dana dan Sumber Dana 

Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan acara kongres ini adalah sebesar Rp. 1.450.000.000 (perincian alokasi anggaran terlampir). Dana tersebut diharapkan dapat  terpenuhi melalui: 

  • Donatur 
  • Iuran dari Punguan 
  • Sumbangan Peserta 
  • Sponsor 
  • Kupon Berhadiah 
  • Marchandises (ulos, kaus dan lain-lain) 
  • Dan lain-lain 

9. Penutup 

Demikian proposal Kongres I Hutagalung & Boruna Se-dunia ini kami buat, untuk digunakan  sebagai acuan  dalam pelaksanaan kegiatan  selanjutnya. Semoga pelaksanaan Kongres dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat bagi kemajuan Hutagalung dan pomparannya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here